Gejala Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner untuk saat ini menempati posisi pertama sebagai penyebab kematian di dunia termasuk Indonesia. Sebanyak 40% orang yang meninggal karena serangan jantung tidak mengetahui kalau dirinya mengidap penyakit jantung koroner.

TransferFactor Cardio US Gejala Penyakit Jantung Koroner

JIKA ANDA MENGALAMI GEJALA PENYAKIT JANTUNG, ATASI SEGERA DENGAN SECARA RUTIN MENGKONSUMSI TRANSFER FACTOR CARDIO AGAR PENYAKIT TIDAK MENJADI SEMAKIN PARAH

Gejala & ciri-ciri penyakit jantung koroner diantaranya adalah :

Nyeri

Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang myang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).

Sesak nafas

Sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru.

Kelelahan atau kepenatan

Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.

Jantung berdebar-debar

Biasanya seseorang tidak memperhatikan denyut jantungnya. Tetapi pada keadaan tertentu (misalnya jika seseorang yang sehat melakukan olah raga berat atau mengalami hal yang dramatis), dia bisa merasakan denyut jantungnya. Jantungnya berdenyut dengan sangat kuat atau sangat cepat atau tidak teratur.

Pusing & pingsan

Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan. Gejala ini juga bisa disebabkan oleh penyakit otak atau saraf tulang belakang, atau bisa tanpa penyebab yang serius. Emosi yang kuat atau nyeri (yang mengaktifkan sebagian dari sistem saraf), juga bisa menyebabkan pingsan.

Pengalaman Pengguna Transfer Factor Cardio [ sumber majalah trubus ] :

Transfer Factor Cardio juga efektif meningkatkan ketahanan tubuh penderita jantung koroner seperti dialami Gunawan.  Sejak tahun 2000 ia menderita jantung koroner akibat penyempitan pembuluh darah. Setelah dikateter, dokter memasang balon di jantungnya.  Untuk menjaga kesehatan ia rutin memeriksakan jantungnya setiap 3 tahun. Mengkonsumsi 3-4 jenis obat-obatan jantung.  “Saya khawatir dengan jumlah obat-obatan kimia yang masuk ke tubuh saya akan merusak ginjal,” ujar mantan karyawan BUMN itu.

Pada Maret 2007 ia memenuhi saran teman untuk mengkonsumsi TF cardio.  Efeknya tubuh saya jauh lebih segar, sehingga mampu berumroh.  Udara Mekkah yang mencapai 500C tidak menurunkan staminanya.  Kini pada usia yang ke 71 tahun, ia masih kuat berlari di mesin treadmill selama 1 jam.  Bahkan menyetir mobil yang dulunya sempat terhenti semenjak ia mengidap penyakit jantung koroner sekarang bisa ia lakoni kembali.

Info lanjut : 0818.07183888 – 0812.88444848 – add facebook : masryandi@gmail.com

Comments are closed.